Koleksi Terbaru Kami
Tampilkan postingan dengan label JCC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JCC. Tampilkan semua postingan

Erwin Arnada yang Low Profile


Selepas makan siang, saya berbincang dengan Erwin Arnada. Ini pun ’sembari’ saya mendengarkan wawancara beliau dengan seorang peserta yang mungkin dari salah satu media cetak atau komunitas entrepreneurship.

Entrepreneurship sebenarnya bisa berkembang dan dikembangkan. Tapi itupun tidak perlu menunggu pemerintah. Asal iklim dan dukungan dari pihak lain, ide-ide kreatif dan peluang entreprenurship bisa muncul.

Saya sempat menanyakan latar belakang keluarga Pak Erwin Arnada. Sebenarnya Beliau ini dari keluarga seperti apa sih? Apakah sudah keturunan orang kaya atau bagaimana ya? ”Keluarga saya pedagang,” ujarnya lugas. Tapi saya besar karena saya mendalami fotografi dan dunia jurnalistik.
. . . .
silahkan klik untuk lanjut di halaman utama...

Meet Andy F. Noya


Andy F. Noya dengan topi hitamnya duduk di depan saya ketika berada di aula utama acara IDEAFEST 2011. Meski gelap, siluet tubuhnya dan rambut keritingnya tidak bisa mengelabui saya bahwa itu adalah host Kick Andy. Peluang untuk bisa berbicara dan menatap mata seorang pribadi yang sudah terkenal kreatif tidak bisa didapat bila tidak ada keberanian dan kemauan. Selama di kelas Pak Hirmana selalu mendorong mahasiswanya untuk berani untuk mau melakukan sesuatu yang baik.

Awalnya sudah ada beberapa orang peserta yang meminta tanda tangan dan foto bersama. Wah kecolongan nih. Bahkan untuk memuluskan niat saya. Secara kreatif saya merelakan diri saya untuk membantu memfotokan dua orang yang ingin foto bersama. Agar apa? Agar saya bisa dapat difoto berdua dengan Andy F. Noya dan berbicara sebentar.

Apa yang saya katakan adalah suatu apresiasi dan kekaguman. Apa itu? Saya katakan, ”Pak Andy, saya perhatikan beberapa orang terkenal yang saya kenal secara langsung ataupun tidak langsung ternyata memiliki basic seorang Jurnalistik.” yah, contoh sederhana seperti Erwin Arnada, atau Sapto Anggoro yang membesarkan portal berita Detik. Dan tanggapannya sesederhana kelakarnya di panggung. Senyum dan gumaman, ”Iya.” Setelah itu? Biarlah, toh kami mau beranjak makan siang.
(im)

nb:foto saya dgn Pak Andy F. Noya menggunakan kamera sdr. Oddie dari KORRNER-DESIGN STUDIO (Trims Mas Oddie)

IDEAFEST CONFERENCE 2011 Stefan Sagmeister


“Everything I do always comes back to me.” Prinsip inilah yang membuat Stefan Sagmeister bahagia untuk berkreasi. Kenapa? Dengan bahagia, dia mendesain dan menghasilkan kreasi yang akan membahagiakan dirinya (dan bisa jadi orang lain :).

Presentasinya mengungkapkan tentang kebahagiaan. Are you bored? Are you fell this looks like ok.. or.. are you happy? Or in the high level, are you life love (mudah-mudahan saya tidak salah ingat :p).

Dengan cara sederhana, Stefan menunjukkan bahwa ekspresi emosi positif seorang manusia dengan ekspresi emosi negatifnya adalah 1:6. (Mau cek? Coba hitung sendiri) Hal ini menunjukkan bahwa begitu mudah seseorang memiliki emosi negatif dan tidak menemukan kebahagiaan. Meskipun begitu, terkadang bila kita memiliki energi positif dan kebahagiaan, kita masih memerlukan setidaknya satu emosi negatif. Kenapa ya? (Mungkin ini untuk menghasilkan ide kreatif).

Beberapa kali Stefan menunjukkan visualisasi ide dan contoh kreatif. Bahkan beberapa hasil karya desainnya. Pun begitu dia tetap memberikan perhatian kepada “Happiness” terutama dikalangan desainer (pelaku kreatif).

Ada beberapa hal yang membuat seorang tidak kreatif. Tidak bahagia. Bahkan menjadi tidak produktif. Salah satunya mengenai pekerjaan. Hal ini merupakan suatu yang wajar. Dia mencontohkan 3 cara yang biasa digunakan untuk mengembalikan kebahagiaan atau untuk menenangkan kebuntuan diri. Pertama dengan cara meditasi. Kedua dengan terapi kognitif. Ketiga dengan menggunakan obat-obatan. Tentunya obat-obatan yang secara legal biasa digunakan untuk menengkan diri. Selain harganya murah. Orang-orang pun tidak perlu repot-repot untuk melakukan meditasi atau mengikuti terapi.

Pada bagian inilah Stefan memberikan tip-tip apa saja untuk menghindari masalah atau  ketidakbahagiaan dan membuat diri kembali produktif bagi para desainer. Ada delapan hal. Salah satunya adalah dengan membuat kreasi yang sudah dikenal alias familiar dan keseharian. Stefan mengakhiri presentasi dengan menunjukkan karya kreatif dalam film ”The Happy Film” yang dibuatnya ketika merefleksikan kembali apa yang sudah dikerjakannya selama ini.
”..,Having... GUTs... work out... for ...me.”
 


(im)

IDEAFEST CONFERENCE 2011 -after lunch-

Setelah makan siang, Andy F. Noya mengungkapkan tentang bagaimana orang-orang kreatif terkadang berteriak-teriak histeris dan penuh harap tentang permodalan. Bank-bank atau pemodal lokal terkadang masih memandang karya kreatif sebagai kerja-kerja yang harus sesuai dengan aturan perkreditan perbankan. Hal ini yang membuat karya kreatif dari orang-orang kreatif tidak bisa berkembang pesat. ”Kurang pendanaan,” katanya.


Andy F. Noya mengajak diskusi Menteri M.S Hidayat, Sandiaga S. Uno dan Peter F. Gontha. Dalam set panggung yang gelap, Andy F. Noya menghadapi serangan tweet dari peserta yang rupanya di upload oleh panitia. Juga dengan kelakar khas Andy F. Noya, sesi diskusi dimulai dan di cairkan sepopuler mungkin. M.S Hidayat ditanya mengenai industri kreatif.
..................



. . . . . .bersambung ya . . . .

 
Copyright © 2018. BukaBaju Template - Design: Gusti Adnyana